- Back to Home »
- Part 7 »
Posted by : Unknown
Selasa, 19 April 2016
Part 7
Change Scene=================
09:00AM
Rumah Sakit
“Jack, Jack, kau
harus bangun, kau harus kuat, ayo Jack bangun….!!” ucapan May keras, aku
tergeletak di atas ranjang, semua suster mendorongkku , membawaku ke ruangan,
May tampak sedih, apa yang terjadi dengan ku, setelah sampai di ruangan dokter
berkata “Suster Elli siapkan alat kejut jantung dan juga bantalnya, sekarang
dan cepat!!”, “Baik Dok, segera aku siapkan” suster Elli menjawabnya, “Dok,
semua telah tersambung dan siap di gunakan” ucap suster Elli lagi, “Ok Sus,
siap atur tegangannya, kita
mulai….1,....2,….,3....,....Gezret…..Gezret…Gezret…,
,…teeeet…teeeet….teeeeet…teeeet, lampu indicator monitor menyala dan berbunyi
kencang, bertanda Heart 20%.....25%.....35%......40%.....55%....75%.....88%.....100%.....meningkat
perlahan, tanda diagonal pun berubah dengan baik, bertanda nyawaku masih bisa
tertolong,…..
POV Jack :Masa keritis aku jalani
secara tidak sadar.
Semakin lama
semakin membaik dan terus sadar, “Jack, kau sudah sadar” tiba tiba ibuku
bicara, dia tampak sedih dan menangis, tapi ayahku mencoba tegar,
“.eee….eee….eeee….eee…” ucapku tampak kaku, “Syukurlah, kau sudah sadar, kami
sangat takut kehilanganmu” ayahku membalasnya, tergeletak kaku di atas kasur
pasien, aku melihat begitu banyak selang-selang yang menempel di tubuhku,
orang-orang yang memandang keadaanku, di situ juga terdapat May yang bersedih,
aku tidak tahu apa yang telah aku lakukan untuknya, mungkin itu jalan yang
salah….kian waktu berjalan, keadaanku pulih dengan baik, dan lebih waspada lagi
dengan semua aktivitas yang aku lakukan, tubuh ini kudiamkan terbaring lemas
tak berdaya, semua orang menjagaku, di rumah sakit ini lagi aku akan hidup.
POV Jack :Menanti lebih lama lagi.
Sekarang ini aku sedikit renggang dengan May,
malah lebih jauh lagi dengannya, saling membuang muka satu sama lain,
seakan-akan tak ada hubungan, aku belajar sendiri, dan May pun sama.Change Scene=================
10:10AM
Rumah
Sakit
Setelah
terbangun dari tidurku kini aku bisa bangkit dan hampir pulih semua tenagaku
dengan baik, aku bisa sekolah lagi seperti semula, terasa bosan di rumah sakit
aku mencoba untuk keluar dan menghirup udara segar di pagi hari, ketika di
perjalanan aku berlintas dan berpapasan dengan seorang yang mungkin aku kenal
masa kecil sepermainan, “Hai Jack, kau tampak sudah dewasa sekarang ini ya,
bagaimana kabarmu?” sapa dia, “Hai, bukankah kau popuri kan, kau juga sudah
dewasa, itu semua aku masih ingat, aku terakhir melihatmu di Sekolah Dasar saat
itu, kau kembali lagi kerumah sakit?” balasku, “Iya, waktu lalu aku terkena
serangan jantung, dan aku juga sedang membutuhkan transplantasi, dan kau
sendiri terdaftar untuk transplantasi?” ucapnya, “Yeah, itu salah satu cara
untuk kita bertahan hidup kan!” balasku lagi, “Iya kau benar, itulah yang
sedang aku tunggu sekarang ini!” balasnya, semua kami bercanda mengingat masa
kecil di Sekolah Dasar dulu, penderitaan kami begitu sama, hidup yang di batasi
oleh takdir yang buruk.
Change Scene=================
10:00AM
SMA Shido
“Kelas X-2”
Di SMA ini aku lagi-lagi sekelas
dengannya, begitu sama dengan yang sebelumnya, tapi aku mencoba dingin
kepadanya, mencoba jauh, jauh bahkan lebih jauh lagi, kini aku ingin ke rumah
sakit, di saat ini aku bisa bertemu dengan popuri dan ingin menjenguknya, aku
pun sama merasakan apa yang popuri rasakan saat ini, “Apa, Jack pulang lebih
awal?” May menanyakanku, “Iya, Jack pulang lebih awal, katanya dia akan kerumah
sakit” Rick temanku menjawabnya, “Hah, dia kan tidak ada jadwal Check Up hari
ini” May membalasnya, “Tapi nanti sore dia akan kembali sore ini” Rick
membalasnya, “Kau penasaran dengannya, apa mungkin dia sedang bertemu dengan
seseorang?” ucap Rick, “Seseorang, siapa dia?” May membalasnya, “Ntah, aku
tidak tahu, mungkin saja tapi kau bisa melihatnya sendiri” balas Rick.
Change Scene=================
10:20AM
Rumah Sakit
“Ruang Rawat Popuri”
Kulihat Popuri sedang menatap
langit dan terbaring di atas kasur, lalu aku mencoba masuk dan juga bertemu
dengannya, aku mengetuk pintunya dan masuk, “Tok..tok..tok…Permisi boleh
masuk?”, “Ya, silahkan masuk” ucap lembut, “Hai, ada orang?” ucapku, “Hah,
Jack!!” balasnya, “Tara…..” ucapku sambil menunjukkan seikat bunga cantik
padanya, “Waw, terimakasih, indahnya, aku sangat menyukainya” balasnya dengan
penuh rasa gembira.
Change Scene=================
10:30AM
SMA Shido
“Kelas X-2”
Di lain sisi aku melupakan May,
tapi aku masih memikirkannya, aku berada bersama Popuri saat ini, tapi aku
tidak ada niat untuk bersamanya, hanya sebatas mengenal kembali teman lama, May
mungkin akan mencariku, dia tetap keras dengan semua tujuannya, tiba-tiba di
perjalanan ia menabrak laki-laki tampan yang tidak lain lagi Cliff yang sedang
berdiri di depan papan pengumuman, di saat itu banyak orang lalu lalang,
seketika keluar dari kelas dengan terburu-buru dan seketika bertumburan dengan
Cliff dan terjatuh terhempas ke lantai, Cliff melihatnya dan segera menyalurkan
tangannya, “Aduh……” ucap May, “Maaf, apa kau baik-baik saja, sini aku bantu?”
balas Cliff sambil menyalurkan tangannya, “Tidak, tidak usah aku baik-baik saja
kok” balas May pula, dan seketika May langsung bangun dan melanjutkan
perjalanannya dan sekaligus menolak bantuan Cliff secara mentah-mentah, “Hai,
kau May kan, aku Cliff pelajar yang memiliki nilai tertinggi kedua dan juga
popular di SMA ini, kau lihat mereka menatapku dengan senyuman, senang bertemu
denganmu” ucap Cliff seketika tertunduk dan memegang erat tangan May, “Nona,
mari kita jalani kehidupan sekolah bersama” sambung Cliff, dan May mencoba
melepasnya dengan keras lalu pergi meninggalkannya, Cliff hanya bisa tersenyum
melihatnya.
Change Scene=================
10:10PM
Rumah Cliff-Lapangan Basket Kota
“Malam Sunyi Kesendirian”
Aku berjalan di sepanjang jalan di
bawah langit yang sunyi tanpa kehadiran seseorang, melihat alam yang begitu
sepi, lampu-lampu menerangi sepanjang jalan, mobil-mobil terparkir di sisi
jalan, aku berjalan sendiri begitu saja, kulihat mobil yang menyala lampu
kuning terparkir di samping rumah seseorang, dengan seorang supir didalamnya,
dan kulihat seorang wanita membawa barang untuk Cliff di hadapannya “Apa kabar,
ini ambillah, aku membawakan makanan untukmu, belajar lebih keras, aku akan
datang lagi nanti” ucap wanita itu, “Jangan kembali!!” balas Cliff, seketika
wanita itu memandangku, “Selamat malam” ucapnya, “Selamat malam juga” balasku,
lalu Cliff menoleh melihatku, dan wanita itu lalu pergi ke mobil yang terparkir
di jalan, tiba-tiba “Jangan bilang siapa-siapa, ini akan merusak citra ku, jika
orang lain tahu aku memiliki keluarga yang membosankan, aku dengar kamu
memiliki kelainan jantung, benarkah, sejak kapan?” ucap Cliff, “Siapa kau?,
pergi sana” balasku lalu meninggalkannya begitu saja, seketika menggertak
“Jack” lalu aku terdiam dan menolehnya lagi, “Mari kita bicara” ucapnya lagi,
lalu kami berdua berjalan dan berhenti di suatu tempat, dan Cliff menyodorkan
sebotol air minum dari kantong makanannya, “Ini untukmu” ucapnya, aku terdiam
sejenak, “Oh ya kamu tidak boleh minum dan memakan makanan yang manis” ucapnya
lagi, “Kenapa?” balasku, “Mengapa aku tahu…?” balasnya, “Aku mengenal seseorang
dengan kondisi yang sama sepertimu, jadi mungkin aku lebih tahu mengenai ini
daripada kau dan May, aku hanya bisa melihatnya berbicara dan ku terdiam, ntah
apa yang di maksud, “Orang yang aku kenal meninggal, dia terus menunggu donor
sama sepertimu, tetapi tidak berhasil lalu dia meninggal kerena kekurangan
biaya, dan dia adalah ayahku, sekarat dari penyakit jantung bukanlah hal yang
langka, jadi aku tidak tertarik pada orang mati, aku hanya tertarik pada
orang-orang yang ditinggalkan, ibuku masih merindukan ayah ku dan selalu
menangis, apa ini takdir, dan ternyata wanita yang kucintai sudah mempunyai
pacar, dan dia menderita penyakit yang sama seperti ayahku, ketika aku bertemu
dengannya sempat terpikir olehku………bila kamu meninggal dia tidak akan pernah
berhenti menangis…..jadi untuk mencegah hal itu…aku harus…..membuatnya
mencintaiku sebelum kau meninggal………kawan kenapa kau datang ke sekolah ini?,
itu karena kau ingin putus dengan dia, bukan?, kalau begitu lakukanlah” ucapnya
yang panjang menceramahiku, namun aku diam saja tanpa membalasnya, mungkin
semua ucapannya memang benar, dan juga aku datang ke sekolah ini untuk jauh
dari hubungan bersama May, apa mungkin dia mencintai May yang mampu memberikan
harapan nyata kepadanya, dibanding denganku…hanya omong kosong saja……ini akan
mejadi takdirku….hidup itu tidak banyak orang yang tahu seiring waktu berjalan…