Posted by : Unknown Selasa, 19 April 2016



Part 8
“Cinta Tak Berpasang”

Di perpisahan ku dengan May masih menyimpan cinta segitiga, ntah hal mana yang akan terjadi nanti, kini Cliff selalu mencoba mendekati May dengan berbagai cara, lalu aku sendiri masih sibuk dengan Popuri teman sekolah dasar dulu, May masih peduli dengan ku, aku dan Cliff menjadi musuh dalam percintaan, Aku, May dan Cliff.

08:40AM
Sekolah SMA Shido
“May dan Cliff”

Cliff menyapa May dari kejahuan, dan tertawa bahagia, namun May merasa heran, laki-laki itu tiba-tiba berada di kehidupannya, perlahan mendekat menghampiri May, “Hai, mau kah kencan denganku, ehmm tunggu, jadilah pacarku sekarang” ucap Cliff, “Kau tahu bukan aku…..” balas May, “Aku akan menunggu dengan sabar balasan darimu” ucapnya sembari pergi begitu saja.
Change Scene=================
09:10PM
Lapangan Olahraga SMA Shido
“Olahraga”

Aku berada di kalangan orang –orang yang normal, sehat dan kuat fisik, aku hanya mampu melihat dan duduk, cemburu dengan kehidupannya, mereka begitu senang, semua sibuk olahraga, dan juga tampak Cliff sedang bersiap latihan lari dengan rekan-rekannya dia begitu percaya diri, dan dia hebat dalam bidang olahraga terutama di bidang atlit lari, “Itu Cliff….dia pasti menang” para siswa memujinya, “Ok, ambil posisi, siap, mulai” wasit memberi aba-aba, Cliff pun tampaknya serius dalam lombanya, laju kencang berlari menempati posisi pertama, aku ingin sekali bisa seperti mereka tapi apa daya kekuranganku seperti ini, aku sangat cemburu kepada mereka-mereka, itu hanya membuat ku frustasi, aku bosan, sangat bosan, lalu May mendapat pelajaran sejarah di dalam kelasnya, dia tetap saja tidak sungguh-sungguh dalam belajar sama seperti waktu SMP dulu, atau hanya karenaku saja dia berusaha belajar agar bisa selalu bersamaku, dia memandang keluar jendela, seketika aku hendak pergi, tiba-tiba setelah berapa lama May berada di belakangku, “Kamu mau kemana?” ucapnya, “Oh, kau lagi May, kenapa?, aku akan ke rumah sakit, tapi aku tidak punya izin resmi” balasku, “Kau kemarin kerumah sakit dan bertemu dengan seorang perempuan, siapa dia?” tanyanya, “Oh, itu kurasa kau tidak perlu tahu hal itu, aku hanya menjenguknya saja, lagipula kita kan sudah tidak ada hubungan lagi, dan kau sendiri akan mendapat pasangan baru, bukankah begitu May” jawabku, “Itu tidak benar, aku masih sayang sama kamu, dan aku masih menjadi pacarmu” balasnya, “Sudah, sudah, aku harus cepat ke rumah sakit” ucapku lagi sembari meninggalkan May.
Change Scene=================
10:10AM
Rumah Sakit
“Ruang Rawat Popuri”

Setelah sampai di rumah sakit aku langsung bergegas menemuinya, menjenguk yang kedua kalinya, aku rasa dia akan baik - baik saja, “Hai Jack, kau menemuiku lagi, terimakasih sudah mau menjengukku” ucap Popuri, “Iya, aku sedang bosan dengan sekolah, oleh karena itu aku pergi saja kesini, bertemu denganmu” balasku, “Bukankah kau sudah memiliki pacar, yak an?” tanya nya, “Memang sih, tapi sekarang ini aku sedikit menjauh darinya, walau masih menyimpan rasa cinta padanya, aku takut dia akan menyesalinya nanti” jawabku sembari curhat padanya, “Seharusnya kau senang dan beruntung mendapat gadis seperti itu disisi mu, lalu aku sendiri tak punya siapa-siapa lagi, dan aku belum pernah merasakan rasanya pacaran dan memiliki rasa cinta kepada seseorang, jika aku mendapat transplantasi jantung mungkin aku akan mendapat bekas luka besar di dadaku, aku tidak akan punya pacar” ucap Popuri, “Jangan bicara seperti itu, kau benar-benar cantik, Popuri!” ucapku seketika, lalu Popuri terdiam dan sedikit bingung, “Jack!!” ucapnya lembut, “Apa” balasku pelan, “Maukah kau menciumku dan mendekatlah?” ucapnya lagi memandangku dengan tajam, aku sedikit mengelak dan berpikir apa yang akan aku lakukan untuknya, “Mendekatlah, aku belum pernah jatuh cinta, jadi aku tidak pernah dicium, aku tidak ingin mati seperti itu, Jack apa kau menyukaiku, jika tidak maka…?” ucapnya, “Apa? tentu saja tidak” aku memotong ucapannya, “tapi ini hanya sebuah ciuman saja” ucapnya sembari perlahan medekat di depan wajahku dengan pandangannya yang sangat tajam, tiba-tiba Popuri menciumku, tampaknya Popuri senang “Aku malu untuk mengatakan, ini ciuman pertamaku……” ungkapan rasa senangnya kepadaku.
Change Scene=================
08:00PM
Ruang Penelitian Angkasa-Astronomi

Kesendirianku menatap langit malam, berjumpa dengan beribu-ribu bintang bercahaya yang indah, memikkir hal yang telah terjadi, aku tahu mungkin May akan kesakitan mendengar hal itu, tapi apa yang harus di rahasiakan lagi, “Hai, Jack kau ada disini….kau begitu lama berada di rumah sakit bersamanya kan?” tanya May, “Apa pedulimu kepadaku” bentakku, “Kau berada di rungan ini, cita-citamu bukankah ingin menjadi astronot” balasnya, “May tinggalkan aku sendiri” ucapku lagi, “Lalu apa yang kau lakukan dengannya, sepanjang hari?” tanya May, “Aku hanya berbicara” balasku, “Tentang apa?” tanya nya lagi, “Aku minta maaf, aku dan dia, kami berdua berciuman, dia adalah teman sekolah dasar dulu, namanya Popuri” jawabku pelan, May terkejut dengan penjelasanku, “Aku tidak bisa menghindarinya, dia bertanya, “Apa kau menyukaiku?”, dan aku berkata, “Tentu saja tidak”, lalu dia berkata lagi, “Hanya sebuah ciuman saja”, jelasku, “Bodoh!!, kau berani seperti itu kepadaku, untuk apa kau lakukan itu?” gertaknya, “Dia bilang dia tidak ingin mati, dalam keadaan seperti ini, dia masih menunggu untuk transplantasi, dan aku tidak bisa diam untuk orang dalam kondisi seperti itu” balasku, “Itu bukan kebaikan” May memotong pembicaraanku, “Aku tahu itu” ucapku rendah, “Aku tidak tahan disisi Jack lagi” ucapnya, “Jadi putus saja denganku, akhirnya aku mengerti perasaan mu sebenarnya” gertakku, “Perasaanku” ucap May pelan, “Kamu bisa pergi jika kau mau, kamu tidak bisa berkata tidak kepada orang yang mencemaskanmu, kalau dipikir-pikir, aku adalah orang yang selalu berkata, “Aku cinta padamu” kamu hanya terlalu baik untukku, setelah semua yang kamu lakukan untukku, aku tidak bisa mengatakan tidak untuk Popuri” ucapku jelas, “Kau tidak tahu perasaanku, kenapa tidak bisa kau katakan tidak padanya?, kau seharusnya mengatakan tidak kepada wanita yang tidak menanyakan padamu apakah dia mencintai dirimu, baik jika itu yang kamu inginkan, kita putus” ucapnya dengan wajah yang sedih lalu pergi meninggalkan Jack.
Change Scene=================
07:00AM
SMA Shido

Di awal pagi aku melihat May bersama Cliff, “Selamat Pagi, May” Cliff menyapa May lalu memeluknya secara tiba-tiba, “Hentikan” May membalasnya sambil melepas dekapan Cliff dengan keras, “Apakah itu langkah balet?” ucap Cliff lagi, “Jack, kau tidak apa-apa dengannya?” Rick berkata, “Itu bukan urusan ku lagi” aku membalasnya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © - Creator By .::HMCFI::. Muhammad Bahrudin Fauzi - Present Of - FanCenterFic.blogspot.co.id -