- Back to Home »
- Part 3 »
Posted by : Unknown
Selasa, 19 April 2016
Part 3
Change Scene=================
07:50AM
Rumah Sakit
“Jack kita hampir sampai!, bertahanlah” ucap salah satu suster yang
membawaku di atas ranjang darurat, “Apa yang terjadi?” ucap dokter, “Dia
bermain sepak bola” balas suster lagi, “apa?, dia tahu itu dilarang, kan?”
balas dokter pula, “Hidupkan monitor, aku akan menghubungkan dia.” ucap dokter
yang cemas.(keadaanku yang tidak sadar apa yang terjadi?)
POV Jack :Aku membuat janji yang tidak bisa aku tepati, mari kita menikah
ketika dewasa nanti......?
8 Tahun kemudian.
Awal Kehidupan
Memahami Kisah Cinta
Pagi suasana desa
Mineral Town yang sangat sejuk dan indah di pandangan mata dunia, musim panas
telah berlalu lama dengan kegembiraan-kegembiraan masa lalu ku, kini aku telah
tumbuh dewasa mencapai jati diri yang sesungguhnya, tidak lupa akan keindahan
alam pantai yang menghempas ombak kedaratan di suasan pagi yang dingin, aku
tidak lupa akan perjalanan hidupku di rumah sakit akan kebiasaan ku untuk
selalu melakukan kontrol berkala, rumah sakit adalah rumah utamaku.
08:10AM
Rumah Sakit
Aku duduk di atas
ranjang seketika dokter yang sedang mengontrol jantungku lalu aku bertanya
“Bagaimana kondisi ku?”, “Stabil, kamu baik-baik saja” dokter membalasnya, “Bagus, hari ketujuh aku tinggal
disini telah berakhir” ucapku sambil tersenyum gembira, “Tapi kembalilah setiap
dua hari, minum obat mu, hindari dari latihan fisik” dokter membalas ucapanku,
“Yeah” balasku lagi sambil merapihkan pakaianku, “Oh, dan tidak ada permen,
tidak ada makan-makanan asin” ucapnya lagi, aku pun selalu meresponnya pula
“Aku tahu itu, jangan merengek pada ku”, “Sampai jumpa lagi, selamat tinggal”
dan seketika pergi meninggalkannya dari ruangan kontrol dokter, “Jadi dia sudah
dewasa sekarang” ucapnya sendiri.
Change Scene=================
Aku perlahan melangkah
di luar menghirup udara yang segar, aku sedikit melepaskan kesedihanku,
perlahan-lahan sedikit menghampiri sebuah tangga dan menengok ke atas terrnyata
ada seorang gadis yang cantik sedang asyik bersandar di dinding dengan lantunan
musik di telinganya dan seketika aku memanggilnya “May? Kamu datang untuk ku?”
tapi May tak meresponnya mungkin karena musik yang dia dengar dengan
menggunakan headset di telinganya, lalu aku menghampirinya dan sembari
memanggil lagi sambil mendekatinya “May…, May….”, “Kau manis saat kita masih
anak-anak” May membalasku dan langsung melepas headset musiknya dan berlalu
pergi “Apa yang ayah ku katakana?” May bertanya padaku, “Dia bilang aku
baik-baik saja, aku bisa pulang” jawabku….. ”Jack, kamu tambah tinggi?”
ucapnya, “Nampaknya rumah sakit tidak menghentikan ku” ku balas pula, “Kamu
telah menjadi seorang pria”, “Apakah itu hal yang buruk?, kamu tumbuh juga,
pantat kamu dua kali lebih besar sekarang!”, “Apa?, diam!”, “Apa itu?”,
“Mungkin lebih kecil!”, “Lebih besar”, “Menjadi lebih kecil!”, “Hentikan” gurau ku satu sama lain di sepanjang jalan
bersamanya, menuju sekolah kami belajar bersama, kami satu sekolah, satu kelas,
dan satu umur yang sama, apa itu hanya kebetulan?.....
Change Scene=================
08:30AM
Sekolah
Para siswa yang
sedang bermain sepak bola di lapangan yang luas di pagi hari yang cerah…tapi
kami mendapat pembelajaran dari seorang guru bahasa di dalamnya, kami berada di
kelas 3.2, aku menjadi siswa yang aktif di dalam belajar, selalu memandang kea
rah pengajar dengan baik dan konsentrasi, tapi May malah berleha-leha santai
saja, tak memperhatikan dengan baik, sang guru yan sedang menulis di depan
papan tulis, “Sekarang, siapa yang akan menerjemahkan ini untukku?” guru Carter yang sedang
bertanya kepada semuanya, dan berjalan memandang kea rah May dan menunjukknya
untuk menerjemahkan kalimat yang ada di depan papan tulis “May, kamu terjemahkan? (Thereforce Mary said, You
should chain your key and wallet up)”, “Ah…?” May merespon kaget, “Ya, kamu
berdiri!” menunjuk dan menyuruh berdiri, kulihat buku yang sedang dia kerjakan,
tapi bukan soal yang dia kerjakan malah menggambar guru yang mengajarnya, dan
langsung seketika dia berdiri seperti orang yang bingung, “Ada berapa
bahasa?, sekitar 2500-3000 bahasa?”, dia berbisik pelan dan berkata “Jack, bantu
aku,”, lalu aku membantunya dan
meberitahunya “Oleh karena itu Mary berkata,
kamu harus menggantungkan kunci kamu dan menyimpannya”, dan bergegas May menjawab dengan lantang
“Oleh karena itu Mary berkata, kamu
harus menggantungkan kunci kamu dan menyimpannya”, guru Carter tersenyum dan
berkata “Bagus, Jack”, kami berdua pun
merasa heran dengan guru Carter dan serentak berkata “Ah…?”, lalu guru Carter menjelaskannya lagi
“Sebenarnya, ini rumit, cara untuk menerjemahkan ini (menanda di bagian kata Chain….sebelah
sini menggaris bawahi kalimat your key and wallet up), hal ini diajarkan
di SMA jadi aku terkesan,”, “Terimakasih” Jack menjawabnya, tapi guru Carter
malah membentak May dan berkata “Tapi kau, May…berhenti bergantung terhadap
Jack sepanjang hari, kamu tahu, kamu akan sendirian selama ujian berlangsung”,
“Aku tahu itu” May membantahnya dan langsung duduk kembali, “Baiklah” sambung
guru Carter.
Change Scene=================
09:00AM
Lapangan Basket
Aku memandang di
sekeliling, mereka begitu asyik berolahraga, tapi apa dayaku yang hanya mampu
melihatnya saja, dan kulihat pula May yang tengah asyik bermain basket dengan
kaumnya, dia sangat mahir dalam bidang olahragadan gesit dalam menangkap bola
umpan kawan seketika langsung mencetak poin untuk teamnya, aku sangat
menginginkan hal seperti itu.
Change Scene=================
09:45AM
Waktu istirahat
Sedang ada 3 siswa
yang sedikit tak kusuka, mereka semua siswa pencinta Mesum, dan sedang membuat
rencana sesuatu, “Siapa targetnya?, haha…haha…haha?”, “Yang paling montok
lah!”, “Kedengarannya hebat”(mengisi ember dengan air), disaat waktu istirahat
telah tiba, semua siswa merehatkan sejenak keletihan yang mereka rasakan saat
belajar, dan perlahan May berjalan sambil berkata ke rekannya “Aku lapar”,
namun seketika terjadi dengan tiba-tiba, siraman air yang telah di rencanakan
oleh para otak mesum itu, hingga membasahi pakaian May dan membuatnya tersimpuh
malu di hadapan orang lain karena pakaian putih tipis yang polos dapat membuat
dirinya terlihat oleh orang lain, “Whooops, kamu baik-baik saja kan?, kami baru
saja ingin mengepel GOR” pertanyaan konyol yang mereka tanyakan kepada May,
“Apakah kalian gila?” May membentaknya, “Hei, lihat itu merah muda, indahnya..”si
gendut itu berkata dengan tatapan yang manis ke diri May, dan sejenak May
melihat dirinyadan terlihat basah kuyup oleh nya yang membuat pakainnya
transparan, dan reflex May terduduk yang merasa tersipuh malu, “Kalian dasar
otak mesum, minta maaf padanya” ucap rekan May yang menyanjung terhadapnya,
“Kenapa harus kami?” mereka membalasnya pula tanpa rasa bersalah, “Kalian
melakukannya dengan sengaja” balas rekannya pula dengan keras, “Itu hanya
kecelakaan saja tahu!” membalas dengan rasa bela diri merasa tak bersalah,
“Tidak, itu bukan kecelakaan!, ayo minta maaf!” rekannya tetap melawan, lalu
aku tak sengaja melihat mereka yang sedang ribut, ku letakkan jasku pada tubuh
May agar tidak kedinginan, mereka akan siap membalasnya, “Tidak sengaja
katamu!” bentakku keras, “Apa?, itu hanya kecelakaan kecil!, betul”, “Ayo kita
pergi” balas mereka, aku tetap memandang tajam kepada mereka, dan mereka
seketika pergi dari pandanganku namun tak kubiarkan mereka pergi begitu saja,
aku bergegas mengejar nya, sembari mendorong tubuhnya terjatuh ke lantai dan
siap ku hajar habis-habisan, dia mendapat 3 pukulan dariku secara cepat, “Hei,
berhenti!”, “Apa yang kamu lakukan padanya!!, hah?”, mereka berdua menahan seranganku tapi itu tak
membuatku kalah, satu orang telah ku hajar, “Pergi, panggil guru” ucap 1 rekan
mereka, tiba-tiba May datang menghampiri dan memisah kami yang berkelahi,
“Biarkan dia sendiri!!, dasar otak mesum kalian!!”, “Tidak apa-apa, Jack!
Jangan!”, jantungku sudah mulai merasakan paling sakit yang amat sakit sekali,
lalu May menampar untuk mengingatkan ku lagi….”Hentikan, Jack!”.
Change Scene=================
10:10AM
UKS
Ketika Jantung
terasa kembali aku merasa kesakitan yang dalam, ntah mengapa setiap bertenaga
jantung langsung sakit, dengan rasa sakit ku aku di antar May ke ruang UKS
untuk mendapat perawatan dan tersedia obat yang biasa aku konsumsi,”OBAT DALAM”
yang tergeletak di atas meja, May mendekat sambil membawa segelas air putih dan
obat dalamku, aku terdiam terbaring di atas ranjang menahan rasa sakit yang
kurasa, lalu menyodorkannya kepadaku lalu aku seketika aku meminumnya dengan
cepat, “Merasa lebih baik sekarang?” May berkata padaku, tapi aku malah
terbaring lesu dan merengek kesakitan seperti anak kecil dahulu, “Itu bukan
masalah!, pergi lah bersalin, kau akan kedinginan nanti” balasku, “Jangan mengkhawatirkan aku, jangan marah, mereka
hanya bertindak dewasa!” balasnya dengan sedikit murung, aku masih berpaling
darinya “Mereka bajingan, mereka melihat Bra kamu, kau tahu kan!”, “Hah”
ucapnya seketika, “Bahkan aku tidak pernah melihatnya, mereka melihatnya
sebelum aku, bra berwarna merah muda?, kau juga tahu kan” ucapku sedikit
kecewa, naum May hanya mampu terdiam sajadan perlahan mendekat lalu berkata
“Apakah kamu tidak waras?, kamu hampir bunuh diri karena ku”, “Ini adalah harga
diriku, aku ini pacarrmu, jadi aku seharusnya yang pertama, aku selalu
berpikir, aku akan menjadi yang pertama” ucapku seketika terbangun dan
memandang May dengan rasa kecewa, May
hanya tersenyum, diam dan berlaga polos, dan tiba-tiba May menyingkapkan tirai
jendela dengan santai dan berkata “Lalu aku akan membiarkan kamu menjadi yang
pertama, aku akan menunjukkannya kepada mu kapan saja”,“ tapi janji kamu tidak
akan melakukan hal bodoh seperti tadi”(membalik badan kea rah Jack dengan
tatapan tajam), perlahan-lahan May melepas pakaiannya dengan tenang di awali
melepas Jas yang di kenakannya dariku tadi, sedikit demi sedikit membuka, lalu
perlahan melepas baju, namun seketika jantung terasa sakit kembali, berdenyut
begitu cepat, “Tunggu,..tunggu…,dada ku sakit lagi, tapi ini bukan serangan
jantung, kau tak perlu takut, mungkin ini menyakitkan, tapi apa ini?” setelah
ku berkata May langsung merapihkan pakaiannya kembali, “Aku tidak akan pernah
menunjukkan padamu lagi, kegembiraan yang berlebihan bisa membunuhmu” ucapnya,
“Tidak, tunggu sebentar” balasku, “Aku tidak akan menunjukannya lagi” ucapnya
sambil berlari pergi, “Oh, ayolah May, tunggu…tunggu…” mengejar dengan cepat
dan berlari mendapatkannya, May terus menghindar dan mengajak bermain dan
tertawa, “Aku tidak akan menunjukannya, tidak akan pernah!”, tidak lama
kemudian May akhirnya tertangkap dan kudapati itu, lalu spontan aku memeluk
erat tubuhnya dan menariknya ke dekapanku yang erat, kami begitu akrab dan
saling tertawa bahagia, May selalu tampak tersenyum, dalam dekapanku perlahan
menciumnya tanda diriku yang akan selalu menjadi yang terbaik untuknya, kian
hari terus berjalan hingga cahaya terindahnya memudar, hari tampak sore larut
aku bersamanya di dalam ruang UKS bersama, canda tawa kami rasakan begitu
indah.
01:20PM
UKS
POV Jack :May, adalah kekasih
pertamaku, dari semenjak cinta pertama masa kecil kami yang selalu bersama, Aku
berpikir selama 7 hari dirumah sakit, jika aku berhasil keluar dan hidup, aku
akan menciumnya di dekapanku, memegang tangannya dan kupeluk erat-erat.
May seketika
bersedih dan menangis aku tak tau apa yang terjadi, mungkinkah itu rasa
kebahagiaan untukknya yang sedang ia rasakan saat ini, aku semakin kuat
memeluknya, aku sadar akan masa hidupku yang terbtas ini.
POV
Jack :Dan kemudian, aku akan putus dengan mu dan bila kamu bersama ku, kamu
akan selalu menangis, karena mungkin kamu selalu memikirkan ku, selalu
memikirkan kondisi ku, kamu selalu khawatir tentang kapan aku akan mati, jadi
supaya kamu tidak menangis lagi, aku harus putus dan berpisah denganmu
sementara aku masih hidup.