- Back to Home »
- Part 2 »
Part 2
Change Scene=================
07:20AM
Rumah Sakit
“Hentikan, itu sakit sekali!, lepaskan aku, sakit!” aku merengek kesakitan
semua tangan dan kakiku di ikat seakan-akan aku seorang yang gila, “sepertinya
kejam, tapi kalau ia bergerak dia mungkin merobek pembuluh darah dan akan mengalami
pendarahan” ucap dokter kepada ayah dan ibuku, mereka hanya bisa mengangguk,
“Lepaskan ini, aku akan diam saja!” ucapku kepada mereka, “Aku tahu kau bisa,
Jack anak yang baik” ibuku berkata membalas ucapanku, “Aku ingin buang air
kecil” ucapku, “Kamu memakai popok jadi kencing saja disini” ibuku berkata
lagi, “Aku tidak mau, Ibu mau mencoba!, kencing di popok dan ada orang yang
mebersihkannya!” bentakku, “Kau benar, kamu bukanlah bayi lagi” ibuku berkata
senyum, dokter pergi dari kamarku dan dia melihat May yang sedang berdiri di
depan pintu dan berkata “May?” melihat wajah May yang cemberut dan menatap
tajam kepada ayahnya seakan benci terhadapnya, namun aku hanya bisa terbaring
dengan keterbatasan kebebasan hidupku sambil perlahan meneteskan air mata kesedihan,
“Aku terkencing-kencing, tolong bantu aku” aku berkata pada orang tuaku, “Baik”
ibuku membalasnya, “Aku minta maaf” ucapku, ibuku bersedih melihatku, “Aku akan
melakukannya, kamu bisa menunggu di luar” ayah berkata pada ibu sambil membawa
popok dan ibuku meninggalkanku, “Maafkan aku, Jack” ayahku berkata, aku hanya
bisa menangis, “Aku berdoa dan berusaha agar bisa menghilangkan penyakit mu
ini” melanjutkan perkataanya “Aku minta maaf kau harus mengalami ini”.
Change Scene=================
08:05AM
Ruangan Dokter dan Suster
“Ternyata kamu ada disini” ucap suster sambil menyiapkan air dan makanan
untuk dokter, “Terimakasih” ucap dokter sambil memandang layar monitor sensor
tubuh dari Jack, dan dokter berkata “Oh, Suster Elli, Aku minta maaf?”, “Ada apa?”
suster menjawab, “May melakukannya lagi” dokter berkata sambil menunjuk kearah
rok suster dan ternyata May mencoret kursi suster dengan pensil warna, membuat
roknya menjadi kotor, “Oh! Kursi yang mana kali ini?” suster berteriak sambil
memandang roknya yang begitu kotor, “Dia sebenarnya mungkin sedang membutuhkan
ku, aku memang jahat, ya kan?” ucap dokter, suster hanya bisa tersenyum dan
sedikit terdiam memandang monitor “Apakah itu milik Jack?”, “Ibunya mungkin
benar, Dokter yang berguna hanyalah orang jahat, aku khawatir tentang anakku,
dia telah kehilangan ibunya, dan sekarang temannya, haruskah aku berhenti
membawanya kesini?” ucap dokter, “Aku tidak tahu, mereka lebih dari sekedar
teman, kau tahu” suster membalasnya, “Cinta pertama, ya?” dokter membalasnya
lagi sambil tertawa lalu suster meninggalkan dokter.
Change Scene=================
8:10AM
Taman Bunga Daun Semanggi
“May?” ucapku berteriak dari kejahuan May, May menoleh panggilanku dan
berkata “Jack, apa kamu sudah sembuh?”, “Yeah, selama aku tidak lari, apa yang
sedang kamu lakukan?” balasan ku sambil menghampiri May yang sedang berada di
tumpukan dedaunan, “Apa kamu tidak tahu?, jika aku membuat permohonan pada
empat daun semanggi, maka itu akan menjadi kenyataan” balasnya, “Aku tidak tahu
pernah mendengar hal itu sebelumnya” ucapku lagi, “Yah, aku pernah
mendengarnya” ucapnya lagi, sambil mencari daun yang di maksud May aku bertanya
“Bila kamu menemukan satu, apa yang kamu inginkan?”, “Aku belum tahu”
jawabannya, “Tapi kenapa kamu mencarinya?” balasku lagi, “Oh, tutup mulutmu,
aku merasa bosan karena Jack tidak bisa bermain, masih memakai popok? Ucapnya
sambil tertawa, aku hanya bisa diam, “Hei, jadi jika aku menemukan semanggi
daun empat, aku juga bisa melakukan permohonan?” ucapku, “Apa yang kamu
inginkan?” May membalasnya, “Aku ingin menjadi astronot ketika dewasa” ucapku,
“Astronot?” balasnya, “Kemudian May, ayo kita menikah itulah keinginanku, untuk
menjadi astronot dan menikah, lalu bekerja dan mempunyai rumah pasti
menyenangkan, kita berdua akan selalu bahagia” ucapku dan May hanya bisa
terdiam mendengar perkataanku dan seketika pula aku menemuka Semanggi yang
berdaun empat yang berada tepat di depanku lalu berkata “May, aku menemukan
satu!”, May langsung bergegas menghampiriku dan mendorong tubuhku dengan keras
hingga terjatuh dan dia langsung berteriak keras dengan semua ucapannya dengan
perasaan yang bersedih lalu menangis dengan keras “Dewa dari empat daun
semanggi aku memohon!, selamatkan Jack, jangan biarkan Jack mati!, semoga kami
akan selalu bersama!, kumohon sembuhkan penyakitnya!, Aku mohon!, aku mohon!,
aku mohon!, aku mohon!”, “May” lalu aku mendekat dan seketika menciumnya lalu
May langsung terdiam dari menangisnya di bawah pohon yang begitu rindang dan
sejuk di sekeliling alam yang indah di saat kami berdua yang masih belum
memahami apa itu kisah cinta dan perasaan.
POV Jack :Aku benar-benar mengerti apa yang dimaksud benar-benar mati.
Change Scene=================
07:00AM
Rumah May
“May?” ayahnya memanggil untuk sarapan pagi dan menemuinya di kamar, “May,
kau sudah bangun?” ayahnya tampak terkejut atas Kelakuan May di atas tempat
tidur dengan penampilan seorang wanita dengan gaun pengantin yang cantik,
POV Jack :Jadi aku,
“Aku membuat gaun pengantin”
POV Jack :Menjanjikan masa depan yang kosong.
Ayahnya May melihat kearah tirai jendela kamarnya dan menghampirinya dan
berkata “Oh, tirai-nya…”, “Aku tidak bisa menahannya, Jack telah melamarku!”
May membalasnya sambil tersenyum riang.
POV Jack :Seperti janji ku
Change Scene=================
07:20AM
Lapangan Rumah Sakit
Aku melihat anak-anak yang sedang gembira bermain satu sama lain, tapi aku
hanya bisa duduk dan memandangnya, mereka sedang asyik bermain bola dan tidak
lama bola nya menghampiriku, aku juga ingin ikut bermain bersama mereka, aku
memegang bolanya dan memandangnya seakan aku mampu bermain, “Hei, lempar
bolanya kemari!” ucap seorang anak yang ingin mengambil bola, namun aku tidak
sadar aku memiliki kelainan pada jantung ku ini."..........???"