Posted by : Unknown
Sabtu, 16 April 2016
FanFiction
Oneshot - Misteri
Judul :Rumah Angker
Aku
Jonshon umurku 14 tahun, kini aku harus mengikuti keluargaku untuk pindah
rumah, di musim panas keluarguku pindah rumah ke sebuah desa yang jauh dari
perkotaan, ntah apa alasannya aku kurang memahami mereka, mau tidak mau harus
menuruti kata mereka….perjalanan menuju rumah baru kurang lebih 20 KM yang
berada di timur, aku memiliki 4 keluarga dari ayah,ibu,aku,dan adikku, setelah
kurang lebih 2 jam akhirnya kami sampai juga di tempat rumah baru kami, awalnya
aku lihat rumah itu sangat kotor, gelap, dan juga sedikit menyeramkan, mungkin
itu karena jarang ada yang menempatinya….waktu berlalu…semua barang-barang kami
kemas dengan rapih sesuai tempat yang cocok, ayah dan ibu tengah sibuk di ruang
depan, lalu aku disuruh merapihkan kamarku dan adikku..aku kemas perlahan
dengan bersih….dan siap untuk di pakai….lalu aku cepat kembali menemui ayah
yang berada di ruang depan…..ayahku masih sibuk merapihkan barang-barang, “tempat
baru mungkin harus mencari teman baru juga, sekolah pun aku tidak tahu dimana”
ucapku dalam hati, setelah selesai kami tinggal di malam pertama, kami terlelap
tidur karena seharian bekerja, ayah,ibu dan adikku juga sudah terlelap tapi aku
sendiri belum bisa tidur….mungkin suasananya
masih baru, aku coba dengan membaca buku supaya aku bisa tidur….ketika
aku sedang tidur…aku mendengar desahan pelan dari luar…”ah itu mungkin angin”
ucapku sekilas, lalu ada lagi suara aneh dari jendela ”tokk…tokk…tokk..”, “Apa
lagi sih….”gertaknya, tidak lama kemudian lampu kamarku mati mendadak, “Aneh
sekali rumah ini....” gumamnya, tiba-tiba datang sesosok wanita berpakaian
putih dan berambut panjang dan juga sedikit darah di pakaiannya dari dinding
menghampiriku, aku begitu kaget dan ingin berteriak kencang namun hal itu tak
terjadi seakan-akan aku dikunci olehnya, perlahan mendekat terus mendekat, tapi
aku mencoba memejamkan mata, aku sedikit takut…melihatnya, tidak lama aku
membuka mataku lagi, setelah itu suasana kembali semula..dan aku bisa tidur
akhirnya….keesokan harinya aku mencoba bercerita kepada ibuku, “Bu, aku semalam
melihat wanita berpakaian putih di kamar?” ucapku, “Ah, itu mimpi mungkin!”
balas ibuku, “Tapi ini nyata bu!” balasku lagi, “Sudah, sudah mending kau bantu
ayahmu mencari kayu sana” balas ibuku, lalu aku pergi menemui ayahku, dan ibuku
tengah sibuk berada di dapur untuk memasak, seketika ibuku memasak tiba-tiba
hal terjadi , loker terbuka begitu saja, lalu seorang anak berlari dan tertawa
di belakangnya, ”Jon, itu kah kau, jangan menakuti ibumu loh” ucapnya, tapi tak
ada balasan, ibuku langsung kaget dan bergegas keluar karena merasa
takut....terus menghampiri ayahku dan menceritakan keanehan di rumah itu, “Pah,
tadi aku melihat anak kecil berlari sambil tertawa dan loker pun terbuka begitu
saja, aku mau pindah lagi, ini tidak aman, pah?” ucap ibuku, “Itu perasaanmu
saja, jangan kau pikirkan, rumah itu aman-aman saja kok, tenanglah!” balas
ayahku menenangkan ibu, waktu terus berjalan, kami tidur di malam kedua,
keanehan pun terjadi lagi….suara-suara aneh terdengar lagi…aku mencoba mencari
asal suara itu, perlahan berjalan ke ruang tengah, namun tak ada
apapun….seketika berbalik arah….aku terdiam melihat sesosok wanita yang
tergelantung dengan ratapan wajah yang
kesakitan dan terus menangis, tapi anehnya air mata yang ia keluarkan bukanlah
air melainkan darah merah yang pekat…terus berceceran di bawah lantai…aku
bergegas langsung ke kamar dan menutup tubuhku rapat-rapat dengan selimut,
seketika ketakutan….di hantui makhluk aneh….dan terus tidur secara tidak sadar,
keesokan hari aku bangun namun sedikit aneh rasanya, semua keadaan sangat gelap
tidak ada cahaya sedikitpun, aku bingung mau berbuat apa….setelah lama suara
muncul ntah dari mana asalnya “Kemarilah….kemarilah….kemarilah….”, aku mencoba
mengikuti suara itu…walau tak terlihat arah jalan, terus mendekati suara itu
perlahan terdengar kencang….”Kemarilah…kemarilah…kemarilah…kau anak yang baik”,
masih belum jelas siapa yang berbicara, setelah lama kemudian tampak sosok
wanita pakain putih di depanku dan berkata, “Hai,..jangan takut, kau anak yang
baik, tenanglah…”, “Kau siapa?, kenapa aku berada di tempat seperti ini, dimana
aku?” ucapku, “Keluargaku juga pernah tinggal di rumah ini, dan kemudian
suamiku membunuh aku dan anakku secara mengenaskan, lalu kami menjadi penghuni
rumah ini, kami mohon kepadamu untuk merapihkan jasadku dan anakku dengan
sempurna”ucapnya, “Lantas suara, dan keanehan itu semuanya?” ucapku lagi, “Iya
itu semua adalah perbuatanku, banyak yang tinggal disini tapi mereka berbuat
kejahatan, namun kalian berbeda…aku yakin kalian orang-orang baik” balasnya, “Lalu
apa yang harus aku lakukan?” tanyaku, “Kau dan ayahmu atau ibumu, pergi ke atap
rumah dan cari mayat yang terbungkus, lalu menguburkannya dengan benar dan
sempurna, supaya ruh kami ini tidak bergentayangan menakuti orang-orang”
balasnya, “Baik, akan aku lakukan” balasku, seketika aku terbangun dari tidur
dan keadaan berubah terang dan jelas, langsung bergegas aku bercerita kepada
ayah dan ibuku, semua hal……setelah bercerita kami pergi ke atap dan mencari
mayat yang di maksud, setelah lama akhirnya ketemu juga, bau bangkai pun
tercium, dan begegas menguburnya, “Kenapa harus kita yang harus melakukan ini,
setelah ini kita akan kembali ke kota” ucap ayahku, “Baiklah, kita harus
kembali, aku sudah tidak betah lagi di rumah itu” balas ibuku…..setelah semua
terbereskan kami langsung berangkat ke kota lagi…kami takut akan ada hal yang
terjadi….
END