- Back to Home »
- Dendam »
Posted by : Unknown
Sabtu, 16 April 2016
Pembunuh Di Hotel Gravinda – California
Minggu – 09:35PM
Sebuah insiden pembunuhan terulang kembali, kini
menewaskan seorang gadis, belum terlalu jelas asal usul insiden ini, awal mula
mayat gadis ini ditemukan oleh seorang pelayan hotel yang setiap harinya selalu
mengecek keadaan kamar, waktu itu masih keadaan sepi dan tenang, di cek satu
per satu kamar yang berada di lantai 2 itu, berjalan perlahan mengetuk pintu
dari ruang kamar 190-200, semua penghuni membalasnya dengan ucapan salam,
setelah tepat berada di ruang 197, si pelayan ini merasa aneh karena tidak ada
jawaban apapun dari penghuninya, setelah mencoba untuk masuk dan ternyata
kamarnya memang tidak di kunci, perlahan masuk dan memandang di sekelilingnya,
tidak lama kemudian terdengar suara teriakan histeris yang sangat kencang
sampai-sampai penghuni kamar lain pun berkeluaran merasa terkejut, si pelayan
ini terus merasa kaget dan takut, setelah itu si pelayan mencoba menghubungi
polisi untuk menindak lanjuti masalah ini, “Haaa, hallo pak…ini dari hotel
Gravinda, terjadi sebuah insiden pembunuhan di kamar bernomor 197, segera
kemari pak!” ucap si pelayan itu, “Iya..iyaa…kami akan kesana!” balas pihak
polisi...sambungan telephone pun terputus seketika…setelah menunggu beberapa
menit pihak polisi akhirnya datang ke lokasi tepat pada pukul 10:15PM, dengan
segeranya polisi langsung mengamati tempat tersebut dan melakukan proses olah
Tkp, gadis itu dalam keadaan terbaring di bawah lantai dengan keadaan
pergelangan tangan dan leher mengalami lebam, dan di bagian pipi terdapat
goresan benda tajam, dan beberapa sayatan di bagian perut, ada beberapa barang
bukti yang ada di dekat korban berupa pisau, telephone seluler, uang $150,- dan
terdapat catatan kecil dari bercak darah korban “Pesan masuk tak akan mampu
menemukanku” serta identitas korban yang bernama Niken berusia 20 tahun dengan
status seorang mahasiswa pendidikan biologi, dan polisi mencoba menyelidiki
ponsel korban dan terdapat pesan masuk diantaranya,
-Rabu, 05:10PM (Metti) > “Nik, hari ini aku ada
acara, aku harap kamu datang kerumahku”.
-Rabu, 07:00AM (Kaela) > “Nik, sekolah nanti aku
tunggu kau di seberang jalan Sgt.Lionel”.
-Kamis, 10:10AM (Nina) > “Niken kapan kau akan
melunasi utang-utangmu itu”.
-Kamis, 02:43PM (Frano) > “Waktumu tidak lama
lagi, aku harap kau menyadarinya”.
-Jum’at, 08:50PM (Kiney) > “………..”.
Setelah berpikir lama akhirnya polisi menunjuk
beberapa tersangka dari pesan masuk tersebut dan mencoba mecarinya untuk di
periksa oleh pihak kepolisian, di mulai dari rumah Metti pada pukul 07:15AM
lalu Metti berkata,
“Pada hari rabu waktu lalu aku memang pernah
mengajaknya kerumahku untuk acara pesta biasa, tetapi Niken tak kunjung datang
juga aku kira dia melupakannya, tapi aku tak mempermasalahkan hal itu lagi pula
Niken teman dekatku mana mungkin aku berbuat seperti itu”.
Lalu di lanjutkan ke rumah Kaela pada pukul 07:45AM
lalu Kaeala berkata,
“Saat itu aku sedang mau berangkat ke sekolah, lalu
ponselku berdering dan Niken bertanya melalui SMS “dimana kamu?”, lalu aku
menjawabnya “Aku masih di rumah, iya Nik nanti sebelum ke sekolah aku tunggu
kamu di sebrang jalan Sgt.Lionel”, lalu di membalasnya “Euhmm…Ok”, setelah itu
kami bertingkah biasa dan aku tak tau kalau Niken telah meninggal”.
Kemudian selanjutnya ke rumah Nina pada pukul
09:00AM lalu Nina berkata,
“Saat itu aku sedang berada di luar kota di kediaman
anak keponakanku, memang Niken pernah meminjam beberapa uang dariku dan sampai
saat ini pun dia belum membayarnya, lalu ada yang mengatakan kalo Niken
meninggal akibat di bunuh oleh seseorang, aku juga kaget, aku tidak begitu
dekat dengannya”
Di lanjutkan lagi ke rumah Frano pada pukul 09:20AM
lalu Frano berkata,
“Di pesan itu aku hanya memberitahunya kalau Ujian
sekolah sudah dekat dan harus banyak belajar karena Niken adalah orang yang
cuek terhadap waktu, aku tidak ada maksud apa-apa untuknya, jadi aku tak
melakukan itu”
Dan terakhir ke rumah Kiney pada pukul 10:20AM dan
ia berkata,
“Pesan yang ku kirim kepadanya hanya pesan kosong
saja, tidak ada maksud tertentu, lagi pula pesanku tak di balasnya, kebetulan
aku ini paman nya Niken dan kemarin aku di beri pesan oleh ayahnya untuk
mengirim uang kepadanya tapi sampai saat ini aku belum sempat datang ke
diamannya, setelah mendengar Niken di bunuh aku sedikit terkejut dan tak
percaya, dia anak yang baik”
Setelah mendapat argument dari para penjelas
akhirnya polisi menemukan pelaku sesungguhnya siapa kah dia?
FC UpWin-1st
Kematian Niken ini akibat pembunuhan yang di perbuat
oleh si Pelayan itu sendiri, mengapa?, karena si pelayan ini bukan sekedar
pelayan melainkan orang yang memiliki karakter berbeda dari yang lain, dalam
situasi yang sepi si pelayan ini mencoba untuk membunuh si korban dengan
berpura-pura ramah dengan penghuni yang lain seolah-olah tidak ada apa2,
kronologis pembunuhannya, si pelayan mencoba mencari seorang yang tengah
tertidur dengan keadaan pintu yang tidak terkunci dan langsung beraksi seperti
biasanya seorang pembunuh, perlahan mengendap-ngendap di kegelapan ruangan dan
terlihat sangat gelap karena lampu yang padam, dan si pelayan ini melihat si
penghuni sedang tertidur lalu dengan bergegas si pelayan ini mencoba
membunuhnya, sebelum itu dia mengambil pisau yang ada di meja makan dan
menghampirinya secepat mungkin sebelum si penghuni ini sadar, perlahan keadaan
leher mulai di genggam kuat sampai urat2 nya pun terlihat dan sedikit goresan
pisau di pipi kanan nya, tidak lupa tangan kirinya di tarik keluar kamar secara
di seret dan di hentakan ke dekat lemari sampai pingsan setelah itu si pelayan
menyayat korban dengan beberpa sayatan si perut hingga mengeluarkan darah yang
tidak terlalu banyak dan setelah mati total si pelayan ini meninggalkan jejak
berupa uang $150 dan catatan kecil “Pesan masuk tak akan mampu menemukanku”
tujuannya agar para pemeriksa bisa di alihkan ke orang lain yang ada di seluler
korban setelah semua perbuatannya berjalan mulus akhirnya si pelayan ini
berpura-pura kaget dan berteriak kencang seakan-akan ada kejadian aneh, supaya
dapat meyakinkan orang lain dan segera menghubungi pihak polisi dengan
berpura-pura sedih, jadi intinya kematian Niken di di perbuat oleh kelakuan si
pelayan ini dengan membantainya sampai mati dan meninggalkan jejak supaya bebas
dari tuduhan karena dia orang pertama yang menemukan mayat tersebut.