Posted by : Unknown
Sabtu, 16 April 2016
FanFiction Oneshot - Thiller
Judul :Segitiga Kematian
Terkisahkan sebuah cerita dari desa simura yang
berada di benua asia, masa-masa kedamaian, ketenangan, dan kenyataan berada,
hidup aman dan tentram di pagi hari, namun hal yang berbeda terjadi di malam
hari semua berubah drastis 360” derajat total, orang-orang merasa aneh dan
bertanya-tanya”Kenapa di malam hari selalu seperti ini, apakah ini yang
dinamakan kutukan, kami selalu di hantui rasa ketakutan, tidak hanya itu setiap
malam selalu saja ada yang mati secara mendadak dan rupanya pun sangat
mengerikan, sebagian ada yang tersisa tubuh dengan bersimbah darah, tubuh yang
terpotong-potong seperti daging cincang, tubuh dengan secara tidak utuh, itu
mengerikan” mereka selalu berpikir apa yang membuat desa mereka seperti itu, di
pagi hari keadaan biasa di malam hari keadaan berubah total, di temukan seorang
pemuda yang tak percaya akan hal-hal seperti itu, mungkin ini adalah perbuatan
mereka, dia penampilan biasa saja, orang-orang pun tidak menampakkan dengan
jelas, “Aku sudah biasa seperti ini!” gumam lelaki itu, “Hai anak muda!, mau
kemana kau?, hari mau menjelang malam apa kau tidak tahu tentang kematian
seseorang di malam hari, kau akan mati nanti!!” ucap mereka membentakku,
“Kalian salah” ucapnya dalam hati, setelah beberapa lama akhirnya malam telah
tiba, pemuda itu mencoba mencari hal yang ganjil selama belum di ketahui apa
masalahnya, orang-orang begitu ketakutan di malam hari…..pukul 06:00PM tepat di
malam gerhana bulan, suasana yang menggeram, angin berhembus kencang, dengkur
burung hantu berkicau, “Kini kurasa perasaan yang sedikit aneh, tubuhku mulai
merinding” ucapnya, perlahan berjalan tanpa arah semua sunyi dalam kegelapan
tak setitik pun cahaya yang ada, karena mereka percaya bahwa cahaya malam dapat
membawa kerugian, mulai merasa aneh, “….cccrkkcrkrkcrk….aaaaaa”, “Hah, suara
apa itu” ucapnya tiba-tiba langsung menolah ke belakang namun tidak ada apa-apa
yang terjadi….lalu menoleh lagi kedepan, begitu terkejutnya pemuda itu seketika
terdiam kaku melihat makhluk yang aneh rupanya…..”Aaaaappppaaaa itu!!”
teriaknya, sedikit samar-samar karena begitu gelapnya….perlahan dia mendekat
dengan tampak jelas…lalu melihatnya dengan wujud berbadan tinggi dan besar,
memiliki bulu-bulu di tubuhnya, tanduk yang besar di kepalanya, dan segenggam senjata
di pegangnya…..tampak beringas…”Makhluk macam apa itu…..”gumamnya sedikit
ketakutan, seketika lelaki itu melesat berlari menjauh darinya, mencari
perlindungan yang aman…..ketika berada di tempat aman jauh dari pandangan
makhluk itu, di tidak sadar di sekelilingnya penuh dengan mayat-mayat manusia
yang berbadan tak utuh….di pandangnya satu persatu, wujud tubuh yang badannya
terbelah dengan berhamburan usus di dekatnya, ada pula kepala dengan tusukan
bambu di matanya, dan lain rupa lagi mulut yang sobek terputus, sangat
menjijikan mayat-mayat ini, “Tempat apa ini, sepertinya tidak asing aku
melihatnya!!” ucapnya pelan….beberapa lama kemudian hal aneh terjadi….tiba-tiba
mayat-mayat itu hidup dan bergerak walau keadaannya tidak utuh, “Apa!!!,
mayat-mayat macam apa ini….!!” bentaknya, seketika berterbangan tanpa arah…dia
atas kepalanya, lalu seketika pria tua mendekatinya dengan sebatang lilin
bercahaya di pegangnya...”Hai, sudah waktunya untuk pembagian hari ini, aku
tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari..!!” ucap pria tua itu sambil
tersenyum kecil, “Hah, kau kan pastur, apa maksudmu” balas pemuda itu sedikit
ketakutan, “Kau sudah tak asing lagi denganku!, seharusnya kau harus lebih
hati-hati lagi!” balas pria tua itu, “Aku tidak mengerti apa maksudmu” jawab
pemuda lagi…”Keinginanku akan terjadi kenyataan, di sini lah SEGITIGA
KEMATIANMU menunggu, dan bersiap!!” ucapnya keras, pemuda itu hanya bisa diam
saja, melihat pastur itu terus berbicara, seketika membuka buku yang di
pegangnya…”Wahai kegelapan, ruh insani, kami hadapkan kepadamu seorang diri
yang telah waktunya menerima, SEGITIGA KEMATIAN menanti kehidupan baru,
memimpin dunia hitam” ucap pastur, tiba-tiba tubuh pemuda tadi terikat kencang
oleh lilitan hitam yang terus bergerak menutupi tubuhnya, dan di hadapkan pada
SEGITIGA KEMATIAN di dekatnya, “Apa…apa…apa ini, apa yang kau lakukan….”ucap
pemuda, “Kau diam saja, penyambutan akan mulai sebentar lagi” balas pastur,
beberapa lama kemudian datang makhluk tinggi
dan besar dari arah luar, perlahan bergerak mendekati pemuda itu,
“dia…dia…makhluk yang tadi aku lihat….apa ini semua ada hubungannya denganmu?”
tanya pemuda, “Hah, kau menyadarinya, kau akan menjadi tumbal ke 100, akhir
dari tumbal-tumbal sebelumnya, menjadikanku penakluk iblis di desa ini, kau
tahu mengapa setiap malam suasana berubah, sebenarnya itu tidak ada yang
berubah melainkan kematian-kematian yang mendadak menjadi hal yang menakutkan
bagi orang-orang, kau juga tahu akhirnya…”ucap keras pastur, “Jadi selama ini
dalang dari semua hal itu adalah kau, untuk apa kau melakuakan ini semua?”
tanya pemuda itu, “Tidak lain lagi untuk membunuh manusia-manusia yang tak
berguna seperti mu!!” balasnya, secara tiba-tiba dari arah depan dengan cepat
makhluk itu mendekat dan langsung mematahkan kepala pemuda yang berdiri di
hadapan SEGITIGA KEMATIAN, mengambil tubuh yang didalamnya, darah-darah
bercipratan dimana-mana, mematahkan semua tubuhnya hingga remuk…menjadi
pembalasan, “Hahahaa, semua terjadi dengan begitu cepat,,,” gumamnya, setelah
kejadian itu semua keadaan menjadi aman kembali, dan kematian-kematian pun tak
terjadi lagi, seketika pastur tersebut menjadi kepercayaan para orang-orang di
desa simura sampai saat ini.